Pengambilan Keputusan - Perilaku Organisasi

Pengambilan Keputusan 

  • Menurut ahli S.P. Siagian, Pengambilan Keputusan merupakan suatu pendekatan secara sistematis pada alternative yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungannya tindakan yang paling tepat.
  • Menurut Harold. Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif tentang suatu cara bertindak yakni inti dari perencanaan, perencanaan tidak dapat dikatakan tidak ada jika mengambil keputusan, suatu sumber yang bisa dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah rancang.

Dapat disimpulkan pengertian pengambilan keputusan adalah proses memilih tindakan atau keputusan tertentu dari beberapa pilihan yang tersedia, biasanya dilakukan dalam konteks organisasi atau bisnis, dan melibatkan pertimbangan berbagai faktor seperti risiko, biaya, manfaat, dan dampak sosial.

Perilaku Pengambilan Keputusan

Perilaku pengambilan keputusan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal seperti :
  • Nilai. Nilai-nilai individu mencerminkan keyakinan atau prinsip yang dipegang teguh, dan dapat mempengaruhi bagaimana seseorang menilai suatu situasi atau pilihan. Nilai-nilai ini dapat memengaruhi preferensi dan keputusan yang diambil.
  • Preferensi, Preferensi adalah pilihan yang diinginkan oleh individu di antara dua atau lebih alternatif. Preferensi ini didasarkan pada evaluasi individu terhadap atribut-atribut yang terkait dengan setiap alternatif.
  • Pengalaman, Pengalaman masa lalu dapat memengaruhi cara seseorang menghadapi situasi baru. Pengalaman dapat membentuk pengetahuan dan wawasan yang memengaruhi keputusan yang diambil.

Perilaku pengambilan keputusan juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekternal seperti : 

  • Tekanan Waktu. Tekanan waktu dapat menghasilkan situasi di mana individu harus mengambil keputusan dengan cepat tanpa memiliki informasi yang lengkap. Tekanan waktu ini dapat memengaruhi tingkat risiko yang diambil dan kualitas keputusan yang dihasilkan.
  • Resiko. Resiko adalah kemungkinan terjadinya kerugian atau ketidakpastian dalam suatu keputusan. Tingkat toleransi terhadap resiko dapat bervariasi antar individu dan dapat mempengaruhi keputusan yang diambil.

  • Ketidakpastian. Ketidakpastian terjadi ketika informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan tidak lengkap atau tidak pasti. Ketidakpastian dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan individu terhadap keputusan yang diambil.

Proses pengambilan keputusan

  1. Pemahaman dan Perumusan Masalah. Langkah pertama dalam proses pengambilan keputusan adalah memahami masalah yang dihadapi dengan jelas. Ini melibatkan identifikasi sumber masalah, tujuan yang ingin dicapai, dan batasan-batasan yang ada.
  2. Pengumpulan dan Analisis Data yang Relevan. Setelah masalah dipahami, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk membantu dalam pengambilan keputusan. Data ini kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola, tren, atau hubungan yang dapat memberikan wawasan.
  3. Pengembangan Alternatif-Alternatif. Setelah data dianalisis, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi berbagai alternatif atau solusi yang mungkin untuk memecahkan masalah yang ada. Alternatif ini harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan memperhitungkan batasan-batasan yang ada.
  4. Evaluasi Alternatif-Alternatif. Setelah alternatif-alternatif dikembangkan, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi setiap alternatif berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria ini dapat mencakup efektivitas, efisiensi, biaya, risiko, dan dampak lainnya. 
  5. Pemilihan Alternatif Terbaik. Setelah alternatif-alternatif dievaluasi, langkah selanjutnya adalah memilih alternatif terbaik yang paling sesuai dengan tujuan dan kriteria yang telah ditetapkan. Keputusan ini harus didasarkan pada analisis yang rasional dan obyektif.
  6. Implementasi Keputusan. Setelah alternatif terbaik dipilih, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan keputusan tersebut. Ini melibatkan mengambil langkah-langkah konkret untuk menerapkan alternatif yang dipilih.
  7. Evaluasi Hasil-Hasil Keputusan. Langkah terakhir dalam proses pengambilan keputusan adalah mengevaluasi hasil dari keputusan yang telah diimplementasikan. Evaluasi ini penting untuk menilai apakah keputusan yang diambil telah mencapai tujuan yang diinginkan dan mengidentifikasi pembelajaran untuk keputusan di masa depan.

Gaya Pengambilan Keputusa

Berikut adalah empat gaya pengambilan keputusan yang umum:
Gaya Mengarahkan
  • Percaya diri dan memiliki keyakinan yang kuat.
  • Berorientasi pada hasil dan fokus pada solusi.
  • Kurang suka dengan detail dan lebih suka pada gambaran besar.
  • Cenderung mendominasi dalam diskusi dan pengambilan keputusan.
  • Cepat dan tegas dalam mengambil keputusan.
Gaya Analitis
  • Teliti dan berhati-hati dalam mengambil keputusan.
  • Mengumpulkan dan menganalisis informasi secara mendalam.
  • Mempertimbangkan semua alternatif dengan matang.
  • Menyukai data dan fakta yang objektif.
  • Membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai kesimpulan
Gaya Konseptual
  • Kreatif dan inovatif dalam pengambilan keputusan.
  • Memandang masalah dari berbagai sudut pandang.
  • Mencari solusi yang unik dan out-of-the-box.
  • Senang dengan ide-ide baru dan abstraksi.
  • Cenderung tidak fokus pada detail praktis.
Gaya Perilaku
  • Berorientasi pada orang dan peduli dengan perasaan orang lain.
  • Memprioritaskan konsensus dan kerjasama tim.
  • Mempertimbangkan dampak emosional dari keputusan.
  • Fleksibel dan mudah beradaptasi dengan perubahan.
  • Cenderung menghindari konflik dan konfrontasi.

Etika Pengambilan Keputusan 

Etika pengambilan keputusan pun didasarkan pada proses kognitif tingkat tinggi namun terdapat pandangan lain seperti pengaruh emosi yang dapat berpengaruh terhadap perilaku tidak etis. 
Menurut Gaudine dan Thorne (2001), mengembangkan sebuah model yang menggambarkan bagaimana emosi mempengaruhi komponen proses pengambilan keputusan etis individu. 
Menurut Selart dan Johansen (2011), menemukan bahwa situasi yang penuh dengan stres memiliki dampak lebih besar pada tindakan etis daripada pada pengakuan adanya dilemma etika terutama berlaku untuk situasi yang melibatkan hukuman dan kurangnya penghargaan.

Jenis - Jenis Pengambilan Keputusan

Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu : 
  • Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya. 
  • Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin. 
.
.
.
.

Sumber:

Amalia, Rizki dan Firmadhani Citra. (2022). TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN. Bandung : CV. TUJUH MEDIA PRINTING 

Fahmi, Irham. (2013). MANAJEMEN PENGAMBILAN KEPUTUSAN. Bandung : Alfabeta

Kusnadi, Dedek. (2015). PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PERILAKU ORGANISASI. Jambi : Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi

Prastyawan, Agus dan Lestari, Yuni. (2015). PENGAMBILAN KEPUTUSAN. Surabaya : Unesa University Press 

Sari, Eliana. (2007). PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI. Jakarta : Jayabaya University Press 

Sitorus Pane, Fitri Handayani dan Siregar Sylviana. (2022). PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA SAAT DAN PERILAKU DALAM ORGANISASI. Medan : Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan manajemen (JIKEM) 

Syah, Lin Yan. (2014). PERILAKU ORGANISASI (Konsep dan Implementasi). Bogor : IN MEDIA 

Tewal, Bernhard, dkk. (2017). PERILAKU ORGANISASI. Bandung : CV. PATRA MEDIA GRAVINDO 

Wibowo. (2014). PERILAKU DALAM ORGANISASI. Jakarta : Rajawali Pers 

Wijaya, Candra. (2017). PERILAKU ORGANISASI. Medan : LPPPI (Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia

https://www.coursehero.com/file/141426259/CONTOH-KASUS-PENGAMBILAN-KEPUTUSANdocx/ 


























































a

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Perubahan Dan Pengembangan Organisasi - Perilaku Organisasi

Strees & Manajemen Stress - Perilaku Organisasi