Teori Perubahan Dan Pengembangan Organisasi - Perilaku Organisasi

Teori Perubahan Dan Pengembangan Organisasi

Pada dasarnya semua perubahan yang dilakukan mengarah pada peningkatan efektiftas organisasi dengan tujuan mengupayakan perbaikan kemampuan organisasi dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan serta perubahan perilaku anggota organisasi (Robbins, 2006, 763). Lebih lanjut Robbins menyatakan perubahan organisasi dapat dilakukan pada struktur yang mencakup strategi dan sistem, teknologi, penataan fisik dan sumber daya manusia. Pengembangan organisasi atau organisation development merupakan cara pendekatan terhadap perubahanyang berjangka pangjang dan lebih luas ruang lingkupnya dengan tujuan untuk menggerakan seluruh organisasi kearah Tingkat fungnsional yang lebih tinggi. (Indrawijaya, 1989:203)

Macam-Macam perubahan  Organisasi

Grundy (2004:34) dalam bukunya Sulaksana menyebutkan ada tiga macam perubahan diantaranya:

  • Smooth Incremental Change (Perubahan Bertahap yang Lancar). Perubahan ini terjadi secara perlahan, sistematis, dan dapat diprediksi. Contohnya: penerapan program pelatihan baru secara bertahap kepada karyawan.
  • Bumpy Incremental Change (Perubahan Bertahap yang Bergelombang). Perubahan ini ditandai dengan periode yang relatif tenang yang diselingi dengan periode perubahan yang cepat. Contohnya: penerapan teknologi baru yang membutuhkan penyesuaian dan pelatihan berkala.
  • Discontinuous Change (Perubahan yang Putus-Putus). Perubahan ini ditandai dengan pergeseran yang cepat dan mendasar pada strategi, struktur, atau budaya organisasi. Contohnya: merger atau akuisisi perusahaan yang membutuhkan perubahan besar pada struktur dan budaya organisasi.
  • Restrukturisasi. Merupakan proses reorganisasi struktur organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Restrukturisasi dapat melibatkan perubahan struktur departemen, hierarki organisasi, atau proses kerja.
  • Inovasi. Merupakan proses penciptaan ide dan solusi baru untuk meningkatkan kinerja organisasi.Inovasi dapat berupa pengembangan produk atau layanan baru, penerapan teknologi baru, atau peningkatan proses kerja.

Faktor Adanya Perubahan Organisasi

Menurut Robbins (2006:764) ada beberapa faktor yang menjadi alasan mengapavsuatu organisasi melakukan perubahan diterangkan dalam bukunya bahwa perubahanvorganisasi memiliki alasan dengan faktor-faktor sebagai berikut:
  • Persaingan, dalam hal ini pesaing-pesaing organisasi dapat datang dari arah mana saja dan dalam bentuk apapun.
  • Kejutan Ekonomi, kondisi perekonomian yang berubah-ubah dan tidak dapat diprediksikan seperti yang terjadi dewasa ini sewaktu-waktu akan dapat mengejutkan dunia usaha
  • Teknologi, merupakan hal yang harus selalu diikuti oleh organisasi dalam rangka mengatasi persaingan
  • Tren Sosial, perubahan keadaan sosial suatu tempat akan berimbas pada budaya masyarakat
  • Politik, suatu organisasi harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan keadaan politik dimana organisasi itu berada

Tipe Perubahan Organisasi

Perubahan Struktur

Pada dasarnya semua perubahan yang dilakukan mengarah pada peningkatan efektiftas organisasi dengan tujuan mengupayakan perbaikan kemampuan organisasi dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan serta perubahan perilaku anggota organisasi (Robbins, 2006, 763). Lebih lanjut Robbins menyatakan perubahan organisasi dapat dilakukan pada struktur yang mencakup strategi dan sistem, teknologi, penataan fisik dan sumber daya manusia.

Perubahan Teknologi

Merubah teknologi meliputi modifikasi dalam cara kerja yang diproses dan dalam metode serta peralatan yang digunakan. Dewasa ini, perubahan teknologi biasanya mencakup dikemukakannya peralatan, alat, atau metode baru, otomatisasi atau komputerisasi. Otomatisasi merupakan suatu perubahan teknologi yang menggantikan orang dengan mesin

Perubahan Pentaan Fisik

Mengubah penataan fisik meliputi pengubahan ruang dan pengaturan tata letak dalam tempat kerja. Misalnya, dengan dinding dan sekat yang dihilangkan dan dengan suatu desain kantor yang terbuka, karyawan akan saling mudah berkomunikasi. 

perubahan individu

Mengubah orang mengacu pada perubahan dalam sikap, keterampilan, pengharapan, persepsi, dan atau perilaku karyawan. Perubahan individu ada untuk membantu individu dan kelompok dalam organisasi itu untuk bekerja bersama secara lebih efektif.

Sasaran dan tahap pengembangan organisasi

Atas dasar asumsi asumsi diatas, proses pengembangan organisasi diterapkan dengan
sasaran :
  • Hubungan yang lebih efektif antara departemen , divisi dan kelompok, kelompok kerja dalam organisasi
  • Hubungan pribadi yang lebih efektif antara manajer dan karyawan pada semaua jenjang organisasi
  • Terhapusnya hambatan hambatan komunikasi antara pribadi dan kelompok
  • Berkembangnya iklim yang ditandai dengan saling percaya, dan keterbukaan yang dapat memotivasi serta menantang anggota organisasi untuk lebih berprestasi

Tahapan Pengembangan Oganisasi

Untuk melakukan pengembangan organisasi, maka diperlukan cara-cara atau teknik tertentu. Ada berbagai teknik yang dirancang para ahli, dengan tujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta bekerja secara efektif antar individu maupun antar kelompok dalam organisasi. Beberapa teknik yang sering digunakan berikut ini
  • Sensitivity Training; merupakan teknik pengembangan organisasi yang pertama diperkenalkan dan yang paling sering digunakan
  • Team Building; adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam efektifitas serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya.
  • Survey Feedback; dalam teknik survey ini tiap peserta diminta menjawab kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka (misalnya persepsi tentang kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan mereka).
  • Transcational Analysis (TA); teknik ini berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar individu. 
  • Intergroup Activities; fokus dalam teknik intergroup activities adalah peningkatan hubungan baik antar kelompok. 
  • Process Consultation; dalam process consultation konsultan pengembangan organisasi mengamati komunikasi, pola pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan, kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit organisasi.
  • Third-part Peacemaking; dalam menerapkan teknik ini, konsultan pengembangan organisasi berperan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik antar individu dan kelompok

.
.
.
.

Sumber :

https://repository.penerbitwidina.com/publications/360051/perubahan-dan-pengembangan-organisasi

http://eprints.unm.ac.id/22577/5/Buku%20Pengembangan%20dan%20Perubahan%20Organisasi.pdf

https://repository.unmul.ac.id/bitstream/handle/123456789/42352/File%20Buku%20Pengembangan%20dan%20Perubahan%20Organisasi.pdf?sequence=1

http://repository.lppm.unila.ac.id/23415/1/Soft%20File%20Buku%20Ajar%20PERILAKU%20%26%20PENGEMBANGAN%20ORGANISASI.pdf 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Strees & Manajemen Stress - Perilaku Organisasi

Pengambilan Keputusan - Perilaku Organisasi