Komunikasi - Perilaku Organisasi
KOMUNIKASI
Komunikasi Menurut Para Ahli :
Menurut Shannon & Weaver
Komunkasi adalah proses transfer informasi dari satu sumber ke sumber lain melalui saluam tertentu dengan bantuan kode atau noise.
Menurut Bernard Berelson & Gary A.Steiner
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka, dan lain-lain.
Unsur – Unsur Komunikasi
- Pengirim atau Sender
- Komunikan atau Penerima atau Receiver
- Saluran atau Media
Tahap – Tahap Berkomunikasi
- Basa - Basi
- Membicarakan Objek Lain Atau Orang Lain
- Menyatakan Gagasan Atau Pendapat
- Mengemukakan Isi Hati Atau Perasaan
- Hubungan Puncak
ORGANISASI
Organisasi Menurut Para Ahli :
Macam – Macam Organisasi
- Organisasi besar
- Organisasi sedang
- Organisasi kecil
- Organisasi formal
- Organisasi non formal
- Organisasi sosial
- Organisasi bisnis
- Organisasi lini/garis
- Organisasi fungsi
- Organisasi panitia
Manfaat Organisasi
- Memperluas Jaringan
- Menambah pengetahuan dan wawasan
- Melatih jiwa kepemimpinan
- Melahirkan semangat kerja sama
- Meningkatkan kemampuan komunikasi
- Belajar manajemen waktu
- Membentuk kecerdasan emosional
- Meningkatkan softskill
Komunikasi Dalam Organisasi
Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi memegang peranan penting dalam kelancaran dan efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Tanpa komunikasi yang baik, organisasi akan mengalami hambatan dan kesulitan dalam mencapai tujuannya. Para ahli memiliki pandangan yang berbeda namun saling melengkapi tentang fungsi komunikasi dalam organisasi. Berikut adalah beberapa fungsi komunikasi menurut para ahli:
Menurut Sendjaja
- Fungsi Informatif: Menyampaikan informasi yang dibutuhkan oleh anggota organisasi untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka.
- Fungsi Regulatif: Mengatur perilaku anggota organisasi melalui peraturan, norma, dan standar yang telah ditetapkan.
- Fungsi Persuasif: Mempengaruhi opini, sikap, dan perilaku anggota organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
- Fungsi Integratif: Menyatukan anggota organisasi dan menciptakan rasa kebersamaan serta kerjasama yang erat.
Menurut Scott dan T.R. Mitchell
- Kendali, Kontrol, dan Pengawasan: Memastikan anggota organisasi bekerja sesuai dengan arahan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
- Motivasi: Memberikan semangat dan dorongan kepada anggota organisasi untuk bekerja dengan lebih baik.
- Pengungkapan Emosional: Memungkinkan anggota organisasi untuk mengekspresikan perasaan dan emosinya.
- Informasi: Menyampaikan informasi yang dibutuhkan oleh anggota organisasi untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka.
Menurut Thayer
- Memberi Informasi: Menyampaikan informasi yang dibutuhkan oleh anggota organisasi untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka.
- Membujuk: Mempengaruhi opini, sikap, dan perilaku anggota organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
- Memerintah: Memberikan instruksi dan arahan kepada anggota organisasi untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka.
- Memberi Instruksi: Memberikan petunjuk dan panduan kepada anggota organisasi untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka.
- Mengintegrasikan Organisasi: Menyatukan anggota organisasi dan menciptakan rasa kebersamaan serta kerjasama yang erat.
Secara umum, fungsi komunikasi dalam organisasi dapat dikategorikan menjadi 4 fungsi utama, yaitu:
Fungsi Informatif
Fungsi informatif merupakan fungsi komunikasi yang paling mendasar. Fungsi ini bertujuan untuk menyampaikan informasi yang dibutuhkan oleh anggota organisasi untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka. Informasi yang disampaikan dapat berupa:- Informasi tentang tujuan dan strategi organisasi: Anggota organisasi perlu mengetahui tujuan dan strategi organisasi agar mereka dapat bekerja secara selaras dengan tujuan tersebut.
- Informasi tentang tugas dan tanggung jawab: Anggota organisasi perlu mengetahui tugas dan tanggung jawab mereka agar mereka dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
- Informasi tentang kebijakan dan prosedur: Anggota organisasi perlu mengetahui kebijakan dan prosedur yang berlaku di organisasi agar mereka dapat bekerja sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
- Informasi tentang kemajuan dan perkembangan organisasi: Anggota organisasi perlu mengetahui kemajuan dan perkembangan organisasi agar mereka merasa terlibat dan termotivasi untuk berkontribusi lebih banyak.
Fungsi Integratif
- Fungsi integratif bertujuan untuk menyatukan anggota organisasi dan menciptakan rasa kebersamaan serta kerjasama yang erat. Fungsi ini dapat dicapai melalui:
- Komunikasi yang terbuka dan jujur: Komunikasi yang terbuka dan jujur dapat membantu membangun kepercayaan dan rasa saling menghormati antara anggota organisasi.
- Saluran komunikasi yang efektif: Saluran komunikasi yang efektif dapat membantu memastikan bahwa semua anggota organisasi mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.
- Kegiatan tim building: Kegiatan tim building dapat membantu membangun rasa kebersamaan dan kerjasama antara anggota organisasi.
- Budaya organisasi yang positif: Budaya organisasi yang positif dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi komunikasi dan kerjasama yang efektif.
Fungsi Motivasi
Fungsi motivasi bertujuan untuk memberikan semangat dan dorongan kepada anggota organisasi untuk bekerja dengan lebih baik. Fungsi ini dapat dicapai melalui:- Komunikasi yang positif: Komunikasi yang positif dapat membantu meningkatkan moral dan motivasi anggota organisasi.
- Penghargaan dan pengakuan: Penghargaan dan pengakuan atas prestasi kerja dapat membantu memotivasi anggota organisasi untuk bekerja lebih keras.
- Peluang untuk berkembang: Peluang untuk berkembang, seperti pelatihan dan pengembangan, dapat membantu memotivasi anggota organisasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan mereka.
- Lingkungan kerja yang kondusif: Lingkungan kerja yang kondusif dapat membantu menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi anggota organisasi untuk bekerja.
Fungsi Kontrol
Fungsi kontrol bertujuan untuk memastikan anggota organisasi bekerja sesuai dengan arahan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Fungsi ini dapat dicapai melalui:- Penetapan tujuan yang jelas: Penetapan tujuan yang jelas dapat membantu memastikan bahwa semua anggota organisasi bekerja menuju tujuan yang sama.
- Pengawasan dan evaluasi: Pengawasan dan evaluasi dapat membantu memastikan bahwa anggota organisasi bekerja sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
- Pemberian umpan balik: Pemberian umpan balik yang konstruktif dapat membantu anggota organisasi untuk meningkatkan kinerja mereka.
- Penerapan disiplin: Penerapan disiplin yang tegas dan adil dapat membantu memastikan bahwa anggota organisasi mematuhi peraturan dan norma
Gaya Komunikasi Dalam Organisasi
The Controlling Style
- Karakteristik: Gaya komunikasi ini ditandai dengan sikap yang dominan, suka memerintah, dan kurang memberikan ruang bagi orang lain untuk berpendapat.
- Keuntungan: Gaya komunikasi ini dapat efektif dalam situasi di mana diperlukan pengambilan keputusan yang cepat dan tegas.
- Kekurangan: Gaya komunikasi ini dapat membuat orang lain merasa tidak dihargai dan tidak dilibatkan, yang dapat menyebabkan frustrasi dan konflik.
The Equalitarian Style
- Karakteristik: Gaya komunikasi ini ditandai dengan sikap yang terbuka, demokratis, dan menghargai pendapat orang lain.
- Keuntungan: Gaya komunikasi ini dapat membantu membangun rasa kebersamaan dan kerjasama dalam tim.
- Kekurangan: Gaya komunikasi ini dapat memakan waktu lebih lama untuk mencapai kesepakatan, dan mungkin tidak efektif dalam situasi di mana diperlukan pengambilan keputusan yang cepat.
The Structuring Style
- Karakteristik: Gaya komunikasi ini ditandai dengan sikap yang terstruktur, terorganisir, dan fokus pada detail.
- Keuntungan: Gaya komunikasi ini dapat efektif dalam situasi di mana diperlukan ketepatan dan akuntabilitas.
- Kekurangan: Gaya komunikasi ini dapat membuat orang lain merasa kaku dan tidak fleksibel.
The Dynamic Style
- Karakteristik: Gaya komunikasi ini ditandai dengan sikap yang antusias, energik, dan berorientasi pada tindakan.
- Keuntungan: Gaya komunikasi ini dapat membantu memotivasi dan menginspirasi orang lain.
- Kekurangan: Gaya komunikasi ini dapat membuat orang lain merasa kewalahan dan terburu-buru.
The Relinquishing Style
- Karakteristik: Gaya komunikasi ini ditandai dengan sikap yang pasif, tidak tegas, dan mudah menyerah.
- Keuntungan: Gaya komunikasi ini dapat membantu menghindari konflik.
- Kekurangan: Gaya komunikasi ini dapat membuat orang lain merasa frustrasi dan tidak yakin dengan kepemimpinan individu.
The Withdrawal Style
- Karakteristik: Gaya komunikasi ini ditandai dengan sikap yang menghindari, pendiam, dan tidak mau terlibat.
- Keuntungan: Gaya komunikasi ini dapat membantu individu untuk keluar dari situasi yang sulit.
- Kekurangan: Gaya komunikasi ini dapat membuat orang lain merasa tidak dihargai dan tidak dilibatkan.
- Penting bagi individu untuk memahami gaya komunikasi mereka sendiri dan bagaimana gaya komunikasi mereka dapat memengaruhi orang lain. Individu juga harus dapat menyesuaikan gaya komunikasi mereka dengan situasi dan orang yang mereka ajak berkomunikasi.
Bentuk Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi Berdasarkan Bentuk
- Komunikasi Lisan: Komunikasi lisan adalah komunikasi yang dilakukan secara langsung melalui percakapan.
- Komunikasi Tertulis: Komunikasi tertulis adalah komunikasi yang dilakukan melalui tulisan, seperti surat, email, dan memo.
- Komunikasi Nonverbal: Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang dilakukan melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan nada suara.
Komunikasi Berdasarkan Sasaran
- Komunikasi Informatif: Komunikasi informatif bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada orang lain.
- Komunikasi Persuasif: Komunikasi persuasif bertujuan untuk memengaruhi orang lain agar melakukan sesuatu.
- Komunikasi Instruksional: Komunikasi instruksional bertujuan untuk memberikan instruksi atau panduan kepada orang lain.
Komunikasi Berdasarkan Arah Pesan
- Komunikasi Satu Arah: Komunikasi satu arah adalah komunikasi di mana pesan hanya mengalir dari satu orang ke orang lain.
- Komunikasi Dua Arah: Komunikasi dua arah adalah komunikasi di mana pesan mengalir dari satu orang ke orang lain dan kembali lagi.
- Komunikasi Multiarah: Komunikasi multiarah adalah komunikasi di mana pesan mengalir dari beberapa orang ke beberapa orang lainnya.
Jenis Hambatan Komunikasi Dalam Organisasi dan Cara Mengatasinya
Cara mengatasinya adalah Pastikan media yang digunakan untuk menyampaikan informasi dapat selalu digunakan dengan kondisi maksimal dan pastikan juga untuk memberikan informasi yang disampaikan melalui media dan format yang lain.
Komentar
Posting Komentar