Manajemen Konflik - Perilaku Organisasi
Manajemen Konflik
Konflik merupakan suatu hal yang tidak asing lagi dalam sebuah kehidupan manusia. Setiap manusia pasti memiliki konflik baik individu maupun dengan orang lain. Marquis dan Huston (1998) mendefinisika konflik sebagai masalah internal dan eksternal yang terjadi sebagai akibat dari perbedaan pendapat, nilai-nilai, atau keyakinan dari dua orang atau lebih. Sebagai suatu kejadian, konflik terjadi dari suatu ketidaksetujua antara dua orang atau organisasi, dimana orang tersebut menerima sesuatu yang akan mengancam kepentingannya. Sebagai proses, konflik dimanisfestasikan sebagai suatu rangkaian tindakan yang dilakukan oleh dua orang atau kelompok, dimana setiap orang atau kelompok berusaha menghadapi atau mencegh kepuasan dari seseorang.
Sejarah Terjadinya Manajemen Konflik
Sejarah terjadinya suatu konflik pada suatu organisasi dimulai seratus tahun yang lalu, dimana konflik adalah suatu kejadian yang alamiah dan peristiwa yang pasti terjadi di organisasi. Pada awal abad 20, konflik diindikasikan sebagai suatu kelemahan manajemen pada suatu organisasi yang harus dihindari. Keharmonisan suatu organisasi sangat diharapkan, tetapi konflik selalu akan kerusaknya. Ketika konflik mulai terjadi pada suatu organisasi, meskipun dihindari dan ditolak, namun harus tetap diselesaikan secepatnya. Konflik sebenarnya dapat dihindari, kalau staf dapat diarahkan terhadap suatu tujuan yang jelas dalam melaksanakan tugasnya dan ketidakpuasan staf harus diekspresikan secara langsung supaya masalah tidak menumpuk dan bertambah banyak.
Definisi Managemen Konflik
Konflik secara etimologis berasal dari bahasa Latin “con” yang artinya bersama, dan “fligere” yang berarti benturan atau tabrakan. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses social antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. (Lewis A. Coser, 1997).
Konflik adalah suatu kondisi dimana pihak yang satu menghendaki agar pihak yang lain berbuat sesuai dengan yang lain berbuat atau tidak berbuat sesuai dengan yang diinginkan, tetapi pihak lain menolak keinginan itu. (Husni, 2004).
Sedangkan menurut Peg Pickering (2000), konflik adalah:
- Kegiatan yangsifatnya kompetisi atau berlawanan dari suatu keadaan ketidakcocokan.
- Keadaan atau kegiatan yang antagonis (baik dalam bentuk ide, kepentingan, atau pribadi).
- Perjuangan akibat dari kebutuhan, dorongan, kebijakan atau permintaan yang berlawanan.
- Adanya sikap atau kondisi yang bermusuhan.
Dari beberapa definisi diatas menurut penulis konflik adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami ketidakcocokan dengan apa yang seseorang inginkan atau butuhkan sehingga membutuhkan suatu pemecahan masalah tersebut melalui perjuangan baik yang bersifat perorangan, kelompok maupun Negara.
Unsur - Unsur Konflik
Unsur-unsur konflik merupakan suatu bentuk sikap atau perilau yang bisa menyebabkan terjadinya konflik antar 2 orang atau lebih. Unsur-unsur konflik diantaranya:
- Adanya pihak-pihak (dua orang atau lebih).
- Tujuan yang berbeda, yakni pihak yang satu menghendaki agar pihak yang lain berbuat atau bersikap sesuai dengan yang dikehendaki.
- Pihak yang lain menolak keinginan tersebut atau keinginan itu tidak dipersatukan.
Konsep Strategi Perusahaan
Strategi perusahaan adalah rencana jangka panjang yang dibuat oleh suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam lingkungan bisnisnya. Strategi perusahaan merinci langkah-langkah yang harus diambil oleh perusahaan untuk mengelola risiko, mempertahankan keunggulan kompetitif, dan terus berkembang.
Kategori Konflik
Berikut adalah tiga kategori konflik yang umum terjadi dalam organisasi:
Konflik Intrapersonal:
Konflik intrapersonal adalah konflik yang terjadi di dalam diri individu. Jenis konflik ini biasanya disebabkan oleh faktor-faktor seperti:
- Perbedaan nilai-nilai: Individu mungkin memiliki nilai-nilai yang berbeda tentang apa yang benar dan salah, yang dapat menyebabkan konflik internal.
- Perbedaan tujuan: Individu mungkin memiliki tujuan yang berbeda, yang dapat menyebabkan mereka bersaing satu sama lain untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas.
- Perbedaan peran: Individu mungkin memiliki peran yang berbeda dalam organisasi, yang dapat menyebabkan mereka memiliki tanggung jawab dan ekspektasi yang berbeda.
- Stres: Stres dapat menyebabkan individu menjadi mudah marah dan frustrasi, yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya konflik.
Konflik Interpersonal
Konflik interpersonal adalah konflik yang terjadi antara dua atau lebih individu. Jenis konflik ini biasanya disebabkan oleh faktor-faktor seperti:
- Ketidaksepakatan: Individu mungkin tidak setuju tentang cara terbaik untuk melakukan sesuatu, yang dapat menyebabkan perselisihan.
- Miskomunikasi: Individu mungkin salah memahami apa yang dikatakan atau dilakukan orang lain, yang dapat menyebabkan kesalahpahaman dan frustrasi.
- Persaingan: Individu mungkin bersaing satu sama lain untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas, seperti promosi atau kenaikan gaji.
- Ketidakcocokan kepribadian: Individu mungkin memiliki kepribadian yang berbeda, yang dapat menyebabkan mereka berselisih satu sama lain.
Konflik Antar Kelompok
Konflik antar kelompok adalah konflik yang terjadi antara dua atau lebih kelompok. Jenis konflik ini biasanya disebabkan oleh faktor-faktor seperti:
- Perbedaan nilai-nilai: Kelompok yang berbeda mungkin memiliki nilai-nilai yang berbeda tentang apa yang benar dan salah, yang dapat menyebabkan perselisihan.
- Perbedaan tujuan: Kelompok yang berbeda mungkin memiliki tujuan yang berbeda, yang dapat menyebabkan mereka bersaing satu sama lain untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas.
- Persaingan: Kelompok yang berbeda mungkin bersaing satu sama lain untuk mendapatkan kekuasaan atau pengaruh.
- Stereotip dan prasangka: Stereotip dan prasangka dapat menyebabkan kelompok yang berbeda saling memandang dengan rasa permusuhan dan ketidakpercayaan.
Siklus Konflik
Siklus konflik terdiri dari tingkat berhubungan konflik yang meliputi:
- Relationship Conflict (Konflik Hubungan)
- Data conflict (konflik data)
- Interest conflict (konflik kepentingan)
- Structural conflict (Konflik structural)
- Value conflict (konflik nilai)
Fungsi dan Disfungsi Konflik
Konflik sebenarnya bisa sengaja untuk tujuan tertentu. Untuk itu adanya konflik tidak selmanya membawa dampak negative (disfungsi), tetapi konflik juga mempunyai dampak positif (fungsi). Oleh karena itu konflik memiliki dua sisi, yaitu fungsi konflik, disfungsi dari konflik
Proses Konflik
Proses konflik dibagi menjadi beberapa tahapan:
- Konflik Laten
- Felt Conflict (konflik yang dirasakan)
- Konflik yang Nampak atau sengaja dimunculkan
- Resolusi konflik
- Konflik “aftermath”
Langkah-Langkah Penyelesaian Konflik
Vestal (1994) menjabarkan langkah-langkah menyelesaikan suatu konflik meliputi:
Pengkajian
- Analisis situasi
- Analisis dan mematikan isu yang berkembang
- Menyusun tujuan
Identifikasi
- aMengelola perasaan
Intervensi
Strategi Penyelesaian Konflik
- Penyelesaian Konflik Secara Damai
- Penyelesaian Konflik Secara Luas
- Mediasi
- Konsiliasi
- Abitrase
- Mutual Gains Approach to Negotiations
Adapun prinsip-prinsip (Fisher dan Hutchinson, 2) Mutual Gains Negotiations ada lima, antara lain:
- Dentify interests
- Consider all option
- Develop standards or criteria
- Understand your alternatives
- Build relationship
.
.
.
.
Sumber :
Nursalam, 2008. Manajemen Keperawatan:Aplikasi dalam Praktik Keperawatan
Profesional. Jakarta: Salemba Medika
Kurniadi, Anwar. 2013. Manajemen Keperawatan dan Prospektifnya: Teori, Konsep,
dan Aplikasi. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Studi Kasus dalam zaa23.wordpress/2009/05/13/studi-kasus-manajemen/ diakses Pada
Hari Rabu, Tanggal 29 Mei 2013, Pukul: 12 WIB
Komentar
Posting Komentar