Perilaku Individu Dan Motivasi- Perilaku Organisasi

PERILAKU INDIVIDU DAN MOTIVASI

KONSEP PERILAKU INDIVIDU

Menurut Sofyandi dan Garniwa (2007) Perilaku individu adalah sesuatu yang dikerjakan seseorang, seperti berbicara dengan manajer, mendengarkan rekan sekerja, menyusun laporan, mengetik memo, menempatkan unit barang ke dalam gudang dan lain sebagainya. Dari teori kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, memberikan 3 komponen dasar perilaku individu, diantaranya adalah:

  1. Konsepsi Id: subsistem dari kepribadian yang merupakan sumber dan menampung semua kekuatan jiwa yang menyebabkan berfungsinya suatu sistem. 

  2. Konsepsi Ego: mewakili logika yang dihubungkan dengan prinsip-rinsip realitas dan merupakan subsistem yang berfungsi ganda. 

  3. Konsepsi Super Ego: kekuatan moral dari personalitas yang merupakan sumber nilai, norma dan etika yang dianut seseorang.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Individu

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku individu khususnya dalam suatu organisasi, diantaranya: 

  1. Biologis. Karakteristik biografis yaitu karakteristik pribadi seperti umur, jenis kelamin, dan status kawin yang objektif dan masa kerja.

  2. Kepribadian merupakan cara individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain.

  3. Kemampuan yaitu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan.

  4. Pembelajaran adalah bagaimana kita dapat menjelaskan dan meramalkan perilaku, dan pahami bagaimana orang belajar.

  5. Sikap adalah pernyataan atau pertimbangan evaluatif (menguntungkan atau tidak menguntungkan) mengenai objek, orang dan peristiwa.

  6. Persepsi merupakan suatu proses memperhatikan dan menyeleksi, mengorganisasikan dan menafsirkan stimulus lingkungan.

  7. Kepuasan kerja yang mempengaruhi produktifitas atau kinerja karyawan.

  8. Stress yang dapat mengakibatkan tidak sinkronisasinya mental dan fisik individu.


Dimensi Perilaku Individu dalam Organisasi

Memahami perilaku individu dalam organisasi merupakan hal penting untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif. Perilaku individu dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang dapat dikategorikan menjadi beberapa dimensi berikut:

Dimensi Teknis

Dimensi ini berkaitan dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan individu untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam organisasi. Faktor-faktor yang termasuk dalam dimensi ini meliputi:
  • Keahlian: Kemampuan individu untuk melakukan tugas-tugas tertentu dengan baik.
  • Pengetahuan: Pemahaman individu tentang konsep, teori, dan prinsip yang relevan dengan pekerjaannya.
  • Pengalaman: Lama waktu individu dalam melakukan suatu pekerjaan atau bidang tertentu.
  • Keterampilan pemecahan masalah: Kemampuan individu untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang muncul dalam pekerjaan.
  • Keterampilan komunikasi: Kemampuan individu untuk menyampaikan informasi dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif.

Dimensi Konseptual

Dimensi ini berkaitan dengan kemampuan individu untuk memahami dan menganalisis situasi yang kompleks dan mengambil keputusan yang tepat. Faktor-faktor yang termasuk dalam dimensi ini meliputi:
  • Keterampilan berpikir kritis: Kemampuan individu untuk mengevaluasi informasi secara objektif dan logis.
  • Kreativitas: Kemampuan individu untuk menghasilkan ide-ide baru dan inovatif. Kemampuan memecahkan masalah: Kemampuan individu untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang kompleks.
  • Keterampilan pengambilan keputusan: Kemampuan individu untuk mengumpulkan informasi, menganalisis alternatif, dan memilih solusi terbaik.

Dimensi Manusia

Dimensi ini berkaitan dengan kemampuan individu untuk menjalin hubungan dengan orang lain dan bekerja secara efektif dalam tim. Faktor-faktor yang termasuk dalam dimensi ini meliputi:
  • Keterampilan interpersonal: Kemampuan individu untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan membangun hubungan dengan orang lain.
  • Kecerdasan emosional: Kemampuan individu untuk memahami dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain.
  • Keterampilan kepemimpinan: Kemampuan individu untuk memotivasi, menginspirasi, dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
  • Keterampilan kerja sama tim: Kemampuan individu untuk bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

Dimensi Sosial

Dimensi ini berkaitan dengan kemampuan individu untuk memahami dan beradaptasi dengan norma dan budaya organisasi. Faktor-faktor yang termasuk dalam dimensi ini meliputi:
  • Kesadaran organisasi: Pemahaman individu tentang struktur, budaya, dan nilai-nilai organisasi.
  • Keterampilan politik organisasi: Kemampuan individu untuk memahami dan mengelola dinamika kekuasaan dalam organisasi.
  • Kemampuan beradaptasi: Kemampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan situasi baru.
  • Keterampilan membangun jaringan: Kemampuan individu untuk membangun dan memelihara hubungan dengan orang lain dalam organisasi.

Dimensi Psikologis

Dimensi ini berkaitan dengan aspek-aspek psikologis individu yang memengaruhi perilakunya dalam organisasi. Faktor-faktor yang termasuk dalam dimensi ini meliputi:
  • Motivasi: Keinginan individu untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Kepribadian: Pola perilaku dan sifat individu yang relatif stabil.
  • Sikap: Keterampilan individu terhadap sesuatu.
  • Nilai-nilai: Prinsip-prinsip moral dan etika yang dianut individu.
  • Kesehatan mental: Kondisi mental individu yang memungkinkan mereka untuk berfungsi secara normal.

Dimensi Etika

Dimensi ini berkaitan dengan kemampuan individu untuk membuat keputusan yang etis dalam organisasi. Faktor-faktor yang termasuk dalam dimensi ini meliputi:
  • Kesadaran etika: Pemahaman individu tentang prinsip-prinsip etika dan tanggung jawab mereka.
  • Penilaian moral: Kemampuan individu untuk membedakan antara yang benar dan yang salah.
  • Pengambilan keputusan yang etis: Kemampuan individu untuk membuat keputusan yang sesuai dengan prinsip-prinsip etika.
  • Keberanian moral: Kemampuan individu untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip etika meskipun ada tekanan untuk melakukan sebaliknya.

Dimensi Kepemimpinan

Dimensi ini berkaitan dengan kemampuan individu untuk memimpin dan memotivasi orang lain. Faktor-faktor yang termasuk dalam dimensi ini meliputi:
  • Visi: Kemampuan individu untuk melihat ke depan dan menetapkan tujuan yang jelas untuk organisasi.
  • Karisma: Kemampuan individu untuk menarik dan menginspirasi orang lain.
  • Kemampuan komunikasi: Kemampuan individu untuk menyampaikan informasi dan ide dengan jelas dan efektif.
  • Kemampuan pengambilan keputusan: Kemampuan individu untuk mengumpulkan informasi, menganalisis alternatif, dan memilih solusi terbaik.
  • Keterampilan membangun tim: Kemampuan individu untuk membangun dan memelihara tim yang efektif.

DASAR TEORI PERILAKU INDIVIDU

  1. Teori Motivasi: Teori Hirarki Kebutuhan (Maslow), Teori Higiene-Motivator (Herzberg).

  2. Teori Kepuasan Kerja: Teori Dua Faktor (Herzberg), Teori-Teori Lainnya.

  3. Teori Komitmen Organisasi: Model Komitmen Organisasi (Meyer dan Allen).

  4. Teori Pengambilan Keputusan: Model Pengambilan Keputusan Rasional, Model Bounded Rationality.

  5.  Teori Kepribadian: Teori Kepribadian Big Five, Teori Psikoanalisis (Freud).

  6. Teori Belajar: Teori Penguatan (Skinner), Teori Pembelajaran Sosial (Bandura).

  7. Teori Stress & Adaptasi: Model Stres Lazarus dan Folkman.

  8. Teori Perubahan & Pengelolaan Konflik: Teori Perubahan Lewin, Teori Konflik (Rahim).

Motivasi

Motivasi adalah keinginan untuk melakukan sesuatu dan menentukan kemampuan bertindak untuk memuaskan kebutuhan individu. Suatu kebutuhan (need), dalam terminologi berarti suatu kekurangan secara fisik atau psikologis yang membuat keluaran tertentu terlihat menarik (Robinns,S, 2002: 55). 

Dalam organisasi motivasi mempunyai peranan penting, karena ia menyangkut langsung pada unsur manusia. Unsur manusia dalam organisasi terdiri dari dua kelompok orang yaitu orang yang memimpin (manajemen) dan orang yang dipimpin (pegawai/pekerja).

Teori - Teori Motivasi

  1. Teori A.H Maslow: A.H Maslow menciptakan kebutuhan pokok yang membantu para pemimpin mengerti dan memahami faktor yang memotivasi bawahan.

  2. Teori Douglas Mc. Gregor: Douglas Mc. Gregor menyatakan bahwa ada dua pendekatan atau filsafat manajemen yang mungkin diterapkan dalam perusahaan yang dinamainya Teori X dan Teori Y.

  3. Teori Federich Hezeberg: Di antara teori-teori yang berhubungan langsung dengan kepuasan kerja, adalah teori yang dikemukakan oleh Federich Hezeberg. 

  4. Teori David Mc. Clelland: Menurut David Mc. Clelland, orang yang mempunyai kebutuhan untuk keberhasilan, yakni mempunyai keinginan kuat untuk mendapat sesuatu.

Jenis - Jenis Motivasi

Setiap kegiatan selalu dilandasi oleh suatu motivasi. Motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Motivasi Positif (Insentif Positif): manager memotivasi bawahan dengan memberikan reword kepada karyawan yang berprestasi baik.

  2. Motivasi Negatif (Insentif Negatif): manager memotivasi karyawan dengan memberikan hukuman kepada meraka yang pekerjaannya kurang baik. 

Prinsip - Prinsip Dalam Motivasi

Prinsip-prinsip dalam motivasi adalah dasar-dasar yang membantu mempengaruhi dan meningkatkan motivasi individu dalam suatu organisasi atau kelompok. Berikut adalah penjelasan tentang masing-masing prinsip yang disebutkan:

Prinsip Partisipasi

Prinsip partisipasi mengacu pada keterlibatan aktif karyawan atau anggota tim dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan. Dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi, mereka merasa lebih memiliki tanggung jawab terhadap hasil kerja.
Contoh:
  • Mengajak karyawan untuk memberikan masukan saat merencanakan proyek baru.
  • Melibatkan tim dalam penentuan tujuan dan target perusahaan.
Manfaat:
  • Meningkatkan rasa kepemilikan dan komitmen.
  • Menghasilkan ide-ide yang lebih beragam dan kreatif.
  • Meningkatkan kepuasan dan motivasi kerja.

Prinsip Komunikasi

Prinsip komunikasi menekankan pentingnya aliran informasi yang efektif antara manajemen dan karyawan. Komunikasi yang jelas, terbuka, dan dua arah membantu menghindari kesalahpahaman dan memastikan bahwa semua orang berada pada halaman yang sama.
Contoh:
  • Mengadakan pertemuan rutin untuk memberikan pembaruan dan menerima umpan balik.
  • Menggunakan berbagai saluran komunikasi (email, rapat, intranet) untuk memastikan pesan tersampaikan dengan baik.
Manfaat:
  • Menciptakan lingkungan kerja yang transparan.
  • Mengurangi konflik dan kesalahpahaman.
  • Meningkatkan kolaborasi dan koordinasi.

Prinsip Mengakui Andil Bawahan

Prinsip ini menekankan pentingnya mengakui dan menghargai kontribusi yang diberikan oleh karyawan. Pengakuan dapat berupa pujian, penghargaan, atau kompensasi lainnya yang menunjukkan bahwa usaha mereka diakui dan dihargai.
Contoh:
  • Memberikan pujian langsung atas pekerjaan yang baik.
Manfaat:
  • Meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja.
  • Membangun kepercayaan diri karyawan.
  • Memotivasi karyawan untuk terus berprestasi.

Prinsip Pendelegasian Wewenang

Prinsip ini melibatkan pendelegasian tanggung jawab dan wewenang kepada karyawan. Dengan mendelegasikan tugas, manajer menunjukkan kepercayaan kepada karyawan dan memberikan mereka kesempatan untuk berkembang dan mengambil inisiatif.
Contoh:
  • Memberikan tanggung jawab proyek kepada karyawan tertentu.
  • Mempercayakan pengambilan keputusan dalam tugas-tugas tertentu kepada tim.
Manfaat:
  • Meningkatkan keterampilan dan kompetensi karyawan.
  • Mengurangi beban kerja manajer.
  • Meningkatkan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab karyawan.

Prinsip Memberi Perhatian

Prinsip ini menekankan pentingnya memberikan perhatian dan dukungan kepada karyawan secara individu. Dengan menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan dan kebutuhan mereka, karyawan merasa dihargai dan termotivasi untuk bekerja lebih baik.
Contoh:
  • Mengadakan sesi konseling atau mentoring.
  • Memberikan dukungan dalam pengembangan karir dan pelatihan.
Manfaat:
  • Meningkatkan kesejahteraan karyawan.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang peduli dan suportif.
  • Meningkatkan loyalitas dan retensi karyawan.
  • Prinsip-prinsip ini dapat diterapkan secara efektif dalam organisasi untuk meningkatkan motivasi, produktivitas, dan kepuasan kerja karyawan.
  • Memberikan penghargaan karyawan bulanan.

Teknik Motivasi Kerja Pegawai

Beberapa teknik memotivasi kerja pegawai, antara lain sebagai berikut:

  1. Teknik Pemenuhan Kebutuhan Pegawai: Pemenuhan kebutuhan pegawai merupakan fundamen yang mendasari perilaku kerja.

  2. Teknik Komunikasi Persuasif: Teknik Komunikasi Persuasif merupakan salah satu teknik memotivasi kerja pegawai yang dilakukan dengan cara mempengaruhi pegawai secara ekstralogis. Teknik ini dirumuskan ”AIDDAS”.


HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN KINERJA

Menurut Robbins (2008:222) motivasi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan seseorang individu untuk mencapai tujuan. Motivasi mengajarkan bagaimana caranya mendorong semangat kerja bawahan agar mereka mau bekerja lebih giat dengan menggunakan semua kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya untuk dapat memajukan dan mencapai tujuan perusahaan.

Kinerja adalah hasil kerja selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misal: standar, target/sasaran atau kriteria yang telah disepakati bersama. Penilaian kinerja mempunyai peranan penting dalam peningkatan motivasi di tempat kerja. Penilaian kinerja ini (performance appraisal) pada dasarnya merupakan faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi secara efektif dan efisien.


Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Karyawan

Hakim (2006) menyebutkan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu faktor motivasi, dimana motivasi merupakan kondisi yang menggerakan seseorang berusaha untuk mencapai tujuan atau mencapai hasil yang diinginkan. Setiap peningkatan motivasi yang dimiliki oleh karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya akan memberikan peningkatan terhadap kinerjanya. 

Menurut Gibson (dalam Warsito, 2008:99), kinerja individual dipengaruhi oleh faktor motivasi, kemampuan, dan lingkungan kerja. Faktor motivasi mempunyai hubungan langsung dengan kinerja individual karyawan. Sedangkan, faktor kemampuan individual dan lingkungan kerja memiliki hubungan tidak langsung dengan kinerja. Kedua faktor tersebut keberadaannya akan mempengaruhi motivasi kerja karyawan. Oleh karena itu kedudukan dan hubungan tersebut, maka sangatlah strategis jika pengembangan kinerja individual karyawan dimulai dari peningkatan motivasi kerja. 


.
.
.
.


Sumber :
Handoko, Bangkit Tri. (2022). Perilaku Individu Dalam Organisasi. Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto. Faktor Individu dalam Organisasi dan Motivasi Perilaku Individu dalam Organisasi. (2020, September). http://lms-paralel.esaunggul.ac.id/. https://lms-paralel.esaunggul.ac.id/ pluginfile.php?file=%2F351185%2Fmod_resource%2Fcontent%2F2%2FModul%20online%20OM%20pertemuan%2010.pdf
Suprianto, K., SE, M., dkk. (2023). Pengantar Perilaku Organisasi. Cendikia Mulia Mandiri. Viorany, E. (2018). Peranan Motivasi Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Lembaga Zakat Nasional Baitullah Maal Hidayatullah Kantor Layanan Kediri. Jurusan Ekonomi syariah, IAIN Kediri 2018 (Doctoral dissertation, IAIN Kediri). Sinaga, Ananda Muharriz. (2017). Kaitan Motivasi dengan Perilaku Organisasi. Universitas Sumatera Utara. Jalaludin, Ega. (2021). Motivasi Dalam Perilaku. Diakses dari https://www.academia.edu/ 7652021/MOTIVASI_DALAM_PERILAKU Prabowo, K. A. (2018). PENGARUH KEPRIBADIAN DAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada Karyawan Kantor Pusat PD. BPR BKK Lasem). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 7(1).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Perubahan Dan Pengembangan Organisasi - Perilaku Organisasi

Strees & Manajemen Stress - Perilaku Organisasi

Pengambilan Keputusan - Perilaku Organisasi