Budaya Organisasi - Perilaku Organisasi
Budaya Organisasi
Budaya organisasi dapat didefinisikan sebagai perangkat sistem nilai-nilai (values), keyakinan-keyakinan (beliefs), asumsi-asumsi (assumptions), atau norma-norma yang telah lama berlaku, disepakati dan diikuti oleh para anggota suatu organisasi sebagai pedoman perilaku dan pemecahan masalah-masalah organisasinya.
Konsep Budaya Organisasi
Menurut Seckman (1991) terdapat lima kelompok pendekatan, pandangan atau mazhab dalam mempelajari budaya, antara lain:
Anda benar bahwa Seckman (1991) mengidentifikasi lima kelompok pendekatan, pandangan, atau mazhab dalam mempelajari budaya, yaitu:
Pendekatan Evolusi
Pendekatan ini memandang budaya sebagai hasil dari proses evolusi yang panjang. Budaya berkembang dan berubah seiring waktu sebagai respons terhadap faktor-faktor lingkungan dan sosial.
Pendekatan Partikularisme
Pendekatan ini berfokus pada keunikan budaya-budaya tertentu. Pendekatan ini mempelajari bagaimana budaya-budaya tertentu berbeda satu sama lain dan apa yang membuat mereka unik.
Pendekatan Fungsionalisme
Pendekatan ini berfokus pada fungsi-fungsi budaya. Pendekatan ini mempelajari bagaimana budaya membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka dan mencapai tujuan mereka.
Pendekatan Materialisme Kultur
Pendekatan ini memandang budaya sebagai produk dari kondisi material masyarakat. Pendekatan ini mempelajari bagaimana struktur ekonomi dan politik masyarakat memengaruhi budaya mereka.
Pendekatan Idealisme Kultur
Pendekatan ini berfokus pada makna, nilai, dan simbol yang dianut oleh masyarakat. Pendekatan ini mempelajari bagaimana makna, nilai, dan simbol ini dibentuk, diinterpretasikan, dan digunakan oleh masyarakat. Pendekatan idealisme kultur, terdiri atas 4 aliran: (1) antropologi psikologikal, (2) etnografi, (3) strukturalisme, (4) antropologi simbolik.
Fungsi Budaya Organisasi
Menurut Robbins (2001), dari sisi fungsi, budaya organisasi mempunyai beberapa fungsi: Pertama, budaya mempunyai suatu peran pembeda. Kedua, budaya organisasi membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi. Ketiga, budaya organisasi mempermudah timbulnya pertumbuhan komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan individu. Keempat, budaya organisasi meningkatkan kemantapan sistem sosial.
Perbedaan Dimensi Nilai dalam Budaya Organisasi
Menurut Cox, Jr. (1994) ada dua dimensi utama dalam budaya organisasi yang dapat dideskripsikan dan diperbandingkan di antara organisasi-organisasi, yaitu kekuatan dan isi. Yang dimaksud dengan dimensi kekuatan dalam hal ini ialah sejauh manakah norma-norma dan nilai-nilai secara jelas dirumuskan dan sejauh manakah norma-norma dan nilai-nilai secara jelas dirumuskan dan sejauh manakah diberlakukan secara sungguh-sungguh.
Berikut adalah berbagai dimensi isi yang digunakan oleh beberapa ahli, dengan nilai-nilai yang berbeda-beda sebagai fokus utama:
1. Quinn (1988):
- Predictability-spontaneity
- Internal fokus-external fokus
- Order-flexibility
- Long term-short term
2. Ouchi (1981):
- Komitmen pada karyawan
- Evaluasi terhadap karyawan
- Karier
- Kontrol
- Pembuatan keputusan
- Tanggung jawab
- Perhatian pada manusia
3. Hofstede (1980):
- Jarak kekuasaan
- Individualisme vs. kolektivisme
- Maskulin vs. feminisme
- Penolakan terhadap ketidakpastian
4. Peters & Waterman (1981):
- A bias for action
- Staying close to the customer
- Autonomy and entrepreneurship
- Productivity through people
- Hand-on, value driven
- Stick to the knitting
- Simple form, lean staff
- Simultaneous loose-tight properties
Nilai-Nilai Budaya Perusahaan
Observasi yang dilakukan Miller (1984), selama 14 tahun pada berbagai perusahaan di Amerika, setidaknya ada delapan nilai primer yang menjadi seni budaya perusahaan yang sukses, yaitu asas-asas:
- Tujuan;
- Konsensus;
- Keunggulan;
- Kesatuan;
- Prestasi;
- Empiris ;
- Keakraban; dan
- Integrasi.
.
.
.
.
Sumber :
Daniel Widjaja, Pasfatima Mbulu, Y., & Sarfilianty Anggiani. (2021). Peranan Budaya
Organisasi Dalam Membangun Loyalitas Karyawan: Studi Kasus Grand Hyatt Jakarta.
Journal of Tourism Destination and Attraction, 9(2), 125–134.
https://doi.org/10.35814/tourism.v9i2.1775
Hapsari, P. (2012). Studi Penerapan Budaya Organisasi yang Baik di RSUD Budi Luhur.
Putra, T. A., & Indiyanti, D. (2020). Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan
( Studi Kasus Pada Pt . Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Kantor Cabang
Sukoharjo ) the Influence of Organizational Culture on Employee Performance ( Case
Study in Pt . Bank of Central Java Developmen. E-Proceeding of Management, 7(2),
5415–5421.
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/vie
w/13765%0Ahttps://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/managem
ent/article/viewFile/13765/13507
Sutrisno, H. E. (2019). Budaya organisasi. Prenada Media.
Yudha, A., Nurcahyanto, H., & Widowati, N. (2013). Penerapan Budaya Organisasi ( Studi
Kasus Pada PT Bank Rakyat Indonesia ( Persero ) Tbk Cabang Dago Bandung ). Journal
of Public Policy and Management Review, 2(3), 1–10.
Apa itu Budaya Perusahaan? Definisi dan penjelasannya. 2020. Cerdasco.com.
https://pasla.jambiprov.go.id/budaya-organisasi-pengertian-jenis-dan-contoh/
Komentar
Posting Komentar